Yes..it is exactly describing me right now. Suara saya benar-benar habis tepat setelah pulang dari Ranu Kumbolo. Even talking is so hard for me. Bukan karena teriak-teriak waktu di sana. Cuma pas lagi kumat saja batuk alerginya. Tapi apalah arti suara hilang, muka perih efek sun burn, dibandingkan keindahan Ranu Kumbolo yang Amazing! Cara menggapainya saja gak biasa. Harus mendaki dulu untuk menikmatinya. Seperti hidup, susah dulu baru kerasa hasilnya. :)
My lil sister asked me, "Terus ngapain ke sana mbak? cuma lihat danau tok?"
Well, buat saya..tiap trip itu seharusnya ada "sesuatu" yang harus saya dapat. Ada pesan di tiap perjalanan.
Kalau naik gunung, bukan gunung yang kita taklukkan, tapi diri kita. Itu kata-kata dari Edmund Hillary.
"Its not the mountain we conquer but ourselves"
Kalau pendakinya sendiri gak yakin bisa sampai ke tujuannya, ya pasti gak bakal sampai. Simpelnya sih gitu.. Keindahan yang kita dapat selama perjalanan itu nilai plus. A brotherhood, a moment, a love, a struggle.. we got it, we feel it.
Nah..mau ngomong itu semua ke adek kok rasanya buang-buang abab. Then I give her a simple answer, "ya banyak lah..gak bisa digambarkan dapatnya apa aja waktu ke sana" :D
Saya ini newbie ke gunung, jadi wajar lah kalau hebohnya lebay meski cuma sampai di Ranu Kumbolo, gak sampai puncak Mahameru. And it was a great journey with so many great friends to the great destination.
Ranu Kumbolo sudah masuk di list destinasi perjalanan saya sejak dulu dan baru terealisasi beberapa hari yang lalu, 8-9 September tepatnya. Bersama teman-teman BPI (Backpacker Indonesia) berbagai regional saya berangkat dari terminal Purabaya tanggal 7 September malam hari. Kami berangkat dengan bus ekonomi ke terminal Arjosari, Malang dengan harga Rp. 10.000,-. Ujug-ujug sudah sampai di arjosari 1,5 jam kemudian. Dini hari di terminal dengan rombongan berjumlah lebih dari 40 orang yang bawaanya heboh tentu jadi pusat perhatian. So did us..
Dari Arjosari kami melanjutkan perjalanan ke Tumpang by Angkot. Warnanya putih..muat untuk 18 orang dewasa. Keril dan barang yang lain ditali di atas angkot. The more the merrier, lebih banyak orang lebih hangat. Malang lagi dingin-dinginnya. Tarif angkot dari arjosari ke tumpang Rp 17.000,-. Kira-kira 1 jam perjalanannya, dengan kondisi jalanan sepi tanpa macet.
Di Tumpang, sudah ada truk yang menunggu kami. Pukul 04:00 pagi kami berangkat menuju Ranu Pani, titik awal pendakian ke Gunung Semeru. Per orang bayar Rp 25.000,-. Perjalanan dari Tumpang ke Ranu Pani penuh dengan pemandangan alam yang menyegarkan mata. Sawah, gunung, hutan.. I love it.
Sampai Ranu Pani kami beristirahat sejenak, sarapan dan melakukan registrasi dengan satu lembar copy surat kesehatan dan 1 lembar copy KTP serta biaya Rp 7.000,-. Setelah semuanya beres, kami siap mendaki!!!!
Pukul 08:53 kami berangkat dari Ranu Pani menuju Ranu Kumbolo. Gak lupa untuk berdoa dan foto bersama. Sejam pertama, muka dan semangat masih seger. Ketemu dengan teman-teman yang lagi istirahat bikin kita ikut istirahat juga. Sampai di pos 1 kira-kira pukul 10. Track ranu pani - pos 1 itu lumayan lah.. nanjak terus. Tapi tanjakannya gak ekstrim. Pos 1 ke pos 2 jalurnya juga lumayan landai. Tidak ada tanjakan yang ekstrim. Jarak pos 2 ke pos 3 ini ternyata lumayan dekat, tidak sejauh pos-pos sebelumnya.
Di pos 3, posnya tinggal atap saja. Sudah roboh. Dan ini pos tepat sebelum tanjakan setan. Kenapa disebut tanjakan setan?? karena tanjakannya menjengkelkan seperti setan. Atau mungkin banyak pendaki yang mengumpat "Setan!!!" waktu lewat sini. I dont exactly know about the story. Yang jelas tanjakannya memang edan. Kemiringannya kira-kira 75 derajat dan full debu. Muka, tampilan sudah gak karuan. Berbeda jauh dengan tampilan awal. Hahaaa..
2350 mdpl |
Tidak jarang kita berpapasan dengan pendaki lain dan kita saling menyapa juga menyemangati, even we dont know each other. Kita berada di track yang sama, tujuan yang sama. Jalan kita sama, cara kita sama. Itu yang membuat kami saling menyemangati.
Finally, kita sampai di pos 4! yeay! pos terakhir sebelum Ranu Kumbolo. Beberapa ratus meter sebelum pos ini kita sudah bisa melihat Ranu Kumbolo dari atas. Belum apa-apa saya sudah girang! Lupa dengan rasa lelah dan segera melakukan lompatan andalan :D Cihuyyyyyy!!
Finally!!! Pos 4 |
Saking antusiasnya, waktu mendarat dari lompatan kaki kerasa sakit waktu napak di tanah. Krenyeng-krenyeng...
Kumbolo oh kumbolo.. Finally I meet you. Finally I reach you. Finally you help me to complete my journey list this year. Huooo..oooooo 2400 Mdpl
Belum banyak teman-teman yang sampai ternyata. Saya sampai di Ranu kumbolo pukul 13:15. Artinya waktu tempuh saya 4 jam 21 menit untuk jarak 10,5 KM. Itu dihitung dengan waktu istirahat, ambil foto dan (sempat) tidur beberapa menit di perjalanan :D
Sudah banyak tenda yang berjajar di sana. Begitu sampai, teman-teman yang laki-laki mendirikan tenda, yang wanita memasak. Semua mengeluarkan logistic dari masing-masing keril. Woalaaaahhh...kita punya banyak logistic! komplit! dari beras, paket sayur sop komplit, kornet, sarden, telor, tempe, sambal, kacang hijau, agar-agar dan bumbu-bumbu yang lain. Mie instan sih sudah pasti masuk di list logistic. Sisanya banyak pula. Soal makanan kami gak kekurangan deh, nothing to worry.
How's the toilet? hmm..sebenarnya saya berniat mengabadikan toilet ini. Tapi saya merasa jijik sendiri mau nyimpan foto itu. Ada toilet permanen dan tidak permanen. Tapi kondisinya..hmm..gak umum lah intinya. Jadi, saya lebih memilih di semak-semak untuk buang hajat daripada di toilet tadi.
Malam hari kami bercengkrama dengan ngobrol, main Uno, kartu atau yang lainnya. Belum ada acara khusus di sini. Kami sudah menggigil malam itu. Suhunya mulai rendah.. kira-kira 5 derajat Celcius. Semakin malam semakin dingin. Thanks to Dad for the warm jacket and uncle Falich for the warm sleeping bag. Aku butuh kehangatan.. Hahaaa
Subuh kami sudah siap melihat sunrise. Foto-foto narsis di Ranu kumbolo. Kami ke Oro-oro Ombo melalui tanjakan cinta. Konon katanya jika melalui tanjakan ini tanpa berhenti dan menoleh ke belakang cintanya bakal abadi. So, siapa yang sukses melakukan itu? bukan saya yang jelas. Sumpah, gak kuat tjiiinnn jalan nanjak tanpa berhenti. Ketinggian Oro-oro ombo ini 2460 Mdpl. Di sini kita bisa (sedikit) melihat puncak Mahameru dari balik bukit yang mirip bukit teletubbies di Bromo.
I love the nature colors. Kuningnya rerumputan, hijaunya pohon, birunya langit dengan tambahan efek kabut dan sinar matahari membuat pemandangan di sana sempurna. And Subhanallah, God has create all of these beautiful things.
Lompatan dalam kabut. Guess who is it?? |
Love this shot :* |
Tanjakan Cinta |
Ranu Kumbolo in the morning |
a beautiful view from "Tanjakan Cinta" |
Bintang iklan mie instan |
Lompatan Oro-oro Ombo 2460 mdpl |
Tidak bisa berlama-lama kami di sini, sebelum siang kami sudah harus kembali ke Ranu Pani. Setelah sarapan yang begitu komplit (kami harus menghabiskan sisa logistic yang ada agar beban terkurangi --") dengan menu yang benar-benar menyehatkan, kami packing. Mengemasi barang-barang dan tenda.
Kami berkumpul sejenak dengan teman-taman dari regional lain. Dari Surabaya, Malang, Makassar, Jakarta, Jogja, Semarang dan beberapa kota lain. Bahkan kami ketambahan teman dari Malaysia dan Timor Leste. Berfoto bersama dan membaur satu sama lain. Kemudian kami siap untuk turun dan kembali ke kota masing-masing.
Here we are!!! Indonesian Backpacker. by Mr. Zaenal's cam |
The Backpacker team from Surabaya. by Mr. Juli's cam |
Di perjalanan turun, sering kali bareng dan bertemu dengan keluarga porter. The porter. Bapak, Ibu dan 1 anak gadis. Umurnya masih 4 tahun-an dugaan saya. Namanya Endang. She is so cute.. kuat pula! ikut bapak-ibunya cari nafkah, tanpa digendong. She hikes by her selves!! Dan ternyata Endang jadi penyemangat juga buat teman-teman. "Mosok kalah ambek arek cilik rek..", the words that i heard while pass the others.
Acara pendakian bersama ini berjalan lancar. Hanya saja, tidak ada acara khusus untuk perkenalan dengan sesama BPI atau paling tidak kata-kata penyambutan atau penutupan di awal dan akhir acara. Gak gampang memang mengkoordinir 120 orang lebih di sini. Sudah sampai di sini bareng-bareng saja sudah prestasi.
Thank you BPI. The National Gathering for Indonesian Backpacker in Ranu Kumbolo has successfully complete!
Suaraku tertinggal di Ranu Kumbolo, tapi hatiku tetap di kamu.* Huopooooooooooo..
*efek gombalan gunung ala BPI Sby
Sayang banget ya... aku absen gathnas bulan ini....
ReplyDeleterondok nyesek sich cm bisa liat fotone ajah...
masih ada kesempatan ke sana wo.. gak bakal nyesel :D
DeleteSuka dengan tulisannya :), sudah 5 kali kesana..dan akan terus bertambah, gunung semeru selalu punya daya tarik untuk terus mengunjunginya..
ReplyDeleteThq mas jajak :)
DeleteYa, daya tariknya kuat banget. Gak salah orang-orang menyebutnya Mahameru..
eh, suwer yah, aku ngiri banget dengan postingan ini!! Ranu kumbolo masih ada di dalam daftar tungguku... :(
ReplyDeleteKumbolo always waiting for you Ndre..
DeletePerjalanannya seru, capeknya juga terbayar dengan indahnya danau dan sekitarnya. :3
Ah meme... cukup bagiku untuk melihat foto2 dan ceritamu xixixi
ReplyDeleterasanya untuk yang beginian udah bukan jamanku hue hue.. gak sekuat dulu rekk jaman2 pramuka :)
anyway love this post..
BTW Utang Hongkong loh yo :p
Kamsahamnidaa :D
Deletehuoooo...iya mbak, nulis yg hongkong baru 2 paragraf kepotong yang lain, jadi terlewatkan --"
great!!
ReplyDeletemau tanya mbak....
ReplyDeletekalo dari ranu pani ke ranu kumbolo... kira2 rumit gak perjalanannya dalam artian ada jalan setapaknya gak?
Ada mas. Sudah ada jalurnya.. kira2 4-5 jam jalan santai dari ranu pani ke rakum. Gak rumit kok. Cuma beberapa spot aja yang agak melelahkan :)
ReplyDelete