Thursday, June 14, 2012

SUDAH PERNAH KE 0 KM INDONESIA??*

*Tulisan ini dimuat di Jawa Pos for Her Kamis, 14 Juni 2012


JP for Her for the 2nd time :)

Tulisan judul itu pertama kali saya baca di desain kaos salah satu gerai di Sabang, Aceh. Saya tersenyum bangga membacanya, dan saya jawab dengan bangga pula, “Sudah Pernah!”

Ya, saya baru saja mengunjungi bagian paling barat Indonesia, Sabang. Pulau Weh adalah nama lain dari wilayah ini. Akhir April kemarin, saya melakukan perjalanan ke Sabang bersama tiga kawan saya dari perjalanan-perjalanan sebelumnya. Fauzan a.k.a Ichant, teman trip dari Surabaya, Mas Widhi, teman trip dari Jakarta yang sebelumnya seperjalanan di trip Derawan, dan Mas Bayu, teman Mas Widhi dari Aceh.

Perjalanan ini berawal dari keisengan kami membeli tiket promo salah satu maskapai penerbangan ke Medan. Tanpa pikir panjang, saya langsung membeli tiket pulang pergi selama sembilan hari. Gila memang, saya belum ijin sama sekali ke atasan untuk trip ini. Bahkan untuk trip sebelumnya (trip Kalimantan Timur) saja saya belum minta ijin cuti.  Tapi jauh sebelumnya, saya sudah lama berniat untuk menyempatkan diri minimal seminggu untuk mengeksplore suatu tempat baru. Menjelajahi tempat tersebut dan membaur bersama orang-orang baru dengan budaya yang berbeda dengan saya. Tujuan utama kami waktu itu Sabang, Banda Aceh, Medan serta Bukittinggi.

Setelah ijin saya dapatkan, rencana kami matangkan dengan menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang daerah yang kami kunjungi. Apa saja yang ada di sana, bagaimana cara ke sana, bagaimana kondisi alamnya, apa pun yang berhubungan dengan tujuan kami. Kami bepergian dengan cara backpacking. Kami mencari host yang bisa menemani atau bahkan menampung kami di sana atau setidaknya kami mendapatkan teman yang bisa memberi kami informasi lebih soal tujuan kami. Beruntung kami mendapatkan host untuk hampir semua tujuan kami (Medan, Aceh dan Bukittinggi) kecuali Sabang.
Di Pelabuhan Balohan. photo: Ichant
Singkat cerita, setelah hampir dua bulan kami menggali informasi, berangkatlah kami dengan persiapan yang cukup matang. Jumat, 27 April kami berangkat dari Surabaya menuju Medan dengan pesawat. Hanya sebentar waktu kami untuk berkeliling kota Medan karena malam harinya kami sudah harus berangkat ke Aceh. Untuk sampai ke Sabang, harus via Banda Aceh telebih dahulu baik via darat maupun udara. Perjalanan via darat dari Medan ke Aceh memakan waktu 12 jam. Ada beberapa perusahaan oto bus yang menyediakan transportasi ke sana. Bus Pelangi salah satunya, tarifnya Rp 120.000,- Medan-Aceh. Beberapa bus lain yang saya tahu Kurnia, PM Toh dan AKAS. Harganya cukup bersaing satu sama lain. Kami naik bus dari Pangakalan Brandan, tempat menginap kami selama di Medan, dua jam dari kota Medan, pukul 22.30 WIB dan sampai di terminal Banda Aceh pukul 08.00 pagi keesokan harinya. Kami mengejar kapal ke Sabang pagi agar waktu kami untuk mengeksplore di sana lebih banyak. Untuk ke Pelabuhan Ulee Lheu dari terminal bisa kita jangkau dengan Labi-labi, becak motor khas Aceh, selama 15 menit dengan harga Rp 30.000,-. Kalau bisa menawar Rp 20.000,- itu sudah sangat murah. Jadwal kapal dari Pelabuhan Ulee Lheu (Banda Aceh) ke Pelabuhan Balohan (Sabang) ada dua kali penyeberangan, pagi dan sore. Ada dua jenis kapal yang bisa kita tumpangi ke sana. Kapal cepat (45 menit) dari harga Rp 60.000 hingga Rp 85.000 setiap jam 9.15 dan 16.00 dari Ulee Lheu. Kapal lambat (1,5 jam) dari harga Rp 20.000 hingga Rp 40.000 dengan selisih waktu kira-kira 2 jam lebih awal dari Kapal cepat. Karena waktu itu kami tidak bisa mengejar kapal lambat, akhirnya kami naik kapal cepat. Lebih mahal memang, tapi lebih nyaman dan efisien. Kami bertemu dengan Mas Widhi dan Mas Bayu yang sudah menunggu di Pelabuhan. Mas Widhi memang sudah sehari sebelumnya datang lebih awal di Aceh, kebetulan ada urusan pekerjaan. Jadilah kami berempat berangkat ke Sabang pagi itu. 

Perjalanan selama 45 menit terasa begitu cepat. Kapal kami berangkat pukul 09:15 dan sampai di Pelabuhan Balohan pukul 10:30. Pertama turun dari kapal kami disambut papan besar bertuliskan “Selamat Datang di Kawasan Pelabuhan Bebas Sabang”. Pelabuhan Balohan Sabang memang membebaskan pajak barang yang masuk ke pulau ini. Pulau berjumlah kurang lebih 300 ribu penduduk ini sering mengekspor barang dari negeri seberang Malaysia dan Singapura. Yang paling mencolok adalah mobil mewah yang lazim kita jumpai di pulau ini. Mobil dari Singapura dibeli dengan harga murah oleh penduduk Sabang.

Transportasi yang bisa kita gunakan untuk keluar dari pelabuhan tidak banyak. Hanya motor (penduduk Sabang menyebutnya Honda) yang bisa kita sewa Rp 80.000,- selama 12 jam atau pagi hingga sore. Kalau ingin menyewa selama 24 jam tarifnya Rp 120.000,- belum termasuk bensin. Tanya saja ke orang-orang di Pelabuhan atau hubungi nomer telepon jasa ini yang ditempel depan loket pemesanan tiket kapal. Selain motor kita bisa menggunakan mobil Colt Rp 15.000,- dari pelabuhan ke Kota Sabang saja. Jika berniat keliling Pulau Weh dengan Colt atau mobil lain yang ditawarkan pemiliknya di pelabuhan tarifnya Rp 300.000,- atau Rp 400.000, lakukan tawar-menwar dengan pintar. Waktu itu saya dapat Rp 300.000 untuk sewa mobil selama seharian penuh hingga keesokan harinya. Jangan malu bertanya soal penginapan dan lain-lain ke sopir atau orang sekitar. Jika beruntung, kita bisa dapat penginapan yang murah di depan pantai. Tarif penginapan di daerah Pantai Iboih sekitar Rp 300.000an. Lebih jauh dari pantai lebih murah tarifnya. Hotel-hotel di daerah kota Sabang tarifnya mulai Rp 40.000,-an. Di Pantai Iboih ada yang menyediakan penginapan di bawah Rp 300.000,- hanya saja lokasinya memang agak jauh dari dermaga Iboih, jalan kira-kira 10 menit dari Dermaga Iboih. Kami sangat beruntung waktu itu dapat penginapan dengan harga Rp 150.000,- per kamar dengan fasilitas AC, TV, DVD player, pantry, double bed, kamar mandi dalam dan berada tepat di depan pantai.

Hari pertama di Sabang kami habiskan dengan mengunjungi Tugu Nol Kilometer Indonesia, Pantai Gapang dan bersnorkeling di Pantai Iboih juga Pulau Rubiah. Sebelum berkeliling kami sempatkan makan siang dulu di kota Sabang. Menu kami siang itu Mie Jalak, salah satu kuliner khas Sabang. Rp 10.000,- untuk satu porsinya. Kami juga mencoba Bakpia Sabang. Banyak makanan khas Sabang yang bisa kita coba, Sate gurita, Mie Ping Sung, Dodol Sabang, Salak Sabang.
Monumen Nol KM Indonesia

Setelah makan siang kami menuju Tugu Nol Kilometer Indonesia. Lokasinya di ujung pulau dan melewati jalanan yang banyak monyet liar. Di area tugu sendiri juga banyak monyet liar dan babi hutan. Jangan sampai terlihat para monyet dan babi hutan kita membawa makanan waktu ke sana kalau tidak mau diganggu. Kondisi tugu ini sebenarnya masih bagus, namun tidak terawat. Simbol not kilometernya juga sudah hilang. Di seberang tugu ini kita bisa melihat bagian Pulau Weh yang lain. Lautan lepas bagian dari Samudera Hindia dengan tebing-tebing yang indah serta semilir angin yang sejuk. Kita bisa mendapatkan setifikat tanda kita telah mengunjungi Tugu Nol KM, caranya mudah, hanya menunjukkan bukti foto kita waktu di sana ke dinas pariwisata Sabang. Kantornya di daerah Kota Sabang dengan biaya kurang lebih Rp 17.000,- hingga Rp 20.000,-. Jasa pembuatan ini juga bisa kita dapatkan melalui orang yang dipercaya dinas pariwisata untuk membantu mengurusnya, contohnya di salah satu toko souvenir yang saya kunjungi. Kebetulan pemiliknya memang duta wisata Sabang.
Huooooo...Saya menclok di tugu 0KM Indonesia. photo:Ichant
View Samudera Hindia dari seberang Tugu. photo: Ichant

Dari Tugu Nol KM, kami lanjutkan perjalanan ke Pantai Gapang. Pantai berpasir putih ini lokasinya sebelum Pantai Iboih. Airnya jernih, berwarna hijau. Segala kelelahan kami hilang melihat pantai ini. Didukung semilir angin yang dingin dan cuaca yang bagus, kami beristirahat sambil menikmati pantai. Hari sudah menjelang sore, kami langsung ke Iboih untuk ke penginapan dan bersiap snorkeling ria.  Di Iboih, banyak persewaan alat-alat snorkeling dan jasa perahu penyeberangan ke Pulau Rubiah. Harga sewa perunit alat snorkeling Rp 15.000 dan Rp 40.000 untuk satu set (snorkel, fin dan pelampung). Harga sewa perahu untuk menyebrang ke Rubiah ini Rp 100.000,- hingga Rp 300.000,-. Tergantung muat orang yang bisa ditampung perahu dan kondisinya. Iboih dan Rubiah cukup dikenal dengan spot snorkeling dan divingnya yang indah. Hanya saja, waktu kami ke sana kondisi karangnya banyak yang hancur efek dari gempa dan global warming tapi ikan-ikannya cukup beragam dan berwarna-warni indah. Tidak rugi kami melakukan perjalanan panjang ke sini.
Gelantongan di Gapang Beach. photo: Ichant
with the boys..Left-Right. Ichant, Mehdia, Widhi, Bayu
Dermaga Iboih
Rubiah Island

Keesokan harinya kami lanjutkan untuk mengeksplore Pulau Weh dengan motor. Kami sempatkan makan nasi gurih dan mie aceh di pasar Kota Sabang atau Jl. Perdagangan namanya. Rata-rata per porsinya Rp 6.000, - 10.000,-. Cukup banyak warung berjajar di jalan ini. Setelah makan kami ke Danau Anoek Laot, danau ini dekat dengan pelabuhan Balohan dan kota. Bisa kita lihat waktu kita keluar dari pelabuhan dan perjalanan ke arah Iboih. Kami hanya bisa melihat-lihat saja di danau ini. Jangan lupa membeli kaos atau souvenir lain khas Sabang di daerah Kota Atas Sabang.
Aneuk Laot Lake

Tujuan kami selanjutnya yaitu Pantai Sumur Tiga, di pantai ini kita bisa menikmati sunrise. Sayang, waktu kami ke sana siang hari. Hanya bisa bermain-main di pantai saja. Keindahan Pantai ini tidak kalah dengan Pantai Gapang. Pasirnya putih dan gradasi warna air akibat salitasi terlihat memukau. Tidak berlama-lama kami di sini karena kami harus balik ke Aceh sore hari sehingga hanya beberapa tempat lagi yang bisa kami kunjungi. Destinasi terakhir kami yaitu Pantai Anoi Itam dan Benteng Jepang. Lokasi Benteng ini sebelum Pantai Anoi Itam dan saling berdekatan satu sama lain. Dari atas Benteng kita bisa melihat Pantai Anoi Itam yang pasirnya berwarna hitam. Di sini terkenal dengan makanan rujak Aceh.
Sumur Tiga Beach
Anoi Itam Beach
Japanese Fortress

Jadwal berangkat kapal kami ke Pelabuhan Ulee Lheu pukul 4 sore. Masih banyak destinasi yang belum kami kunjungi di pulau ini, tapi kami harus segera kembali untuk melanjutkan perjalanan ke kota lain. Tidak cukup dua hari untuk menjelajahi pulau Sabang. Kami berharap bisa kembali ke Sabang lagi dan melanjutkan perjalanan hingga Marauke.

39 comments:

  1. Meh, tulisannya masuk koran ya? I read it this morning. Congrats ya, Meeeh~~ XD

    Tulisanmu enak banget buat dibaca, dan bener-bener bikin gatel pengen ke sana juga. Envy you so much, in a good way, tough, hehehe...

    Met melanjutkan perjalanan, Meh! Semoga bener-bener bisa menelusuri Indonesia sampai Merauke :) Looking forward to the next stories of your journey! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thq sita :D
      Masih butuh banyak latihan dan masukan..
      Amiiin..doakan saja bisa sampai Marauke :D
      Salam Ransel!

      Delete
  2. Hai Mehdia, saya kebetulan dari Surabaya juga dan mau ke Sabang februari 2013 ini. Saya bener2 buta arah di sana gada siapa2. Mungkin ada rekomendasi penginapan , carteran dsn dll utk Sabang.
    Thanks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo juga, di tulisan saya sudah saya sebutkan semua kok. Memang utk kontak penginapan tdk saya sebutkan. Sdh janji sama pemilik gak boleh nyebarin krn dpt setengah harga :D Kalo keluar dr pelabuhan, bakal ketemu banyak jasa kok. Hampir semuanya sama, tinggal pinter nawar2 aja. Selebihnya ada di catatan di atas ya :)

      Delete
  3. hahahha.. tiket dah ditangan.. informasi dah di dpt... thx Mehdia.. desember 26, 2012 kita berangkat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mas. Have a nice trip ya!
      Kalo punya waktu lebih, explore Aceh lebih lama juga gak bakal kecewa :)

      Delete
    2. mbak boleh tau nma penginapanya ??

      Delete
    3. Dulu nama bungalownya gak ada, tapi saya ada kontaknya kalo mau. Tinggalin email saja, nanti saya email :)

      Delete
    4. mba blh kasih saya nomer kontak penginapan yg di Iboih. next month rencana mau kesana nih.. thanks

      Delete
    5. Mba aku boleh minta no hp kontak bungalow nya..thks yaa..emailku iren_ys@yahoo.com

      Delete
  4. Replies
    1. Di Indonesia paling barat mas. Pulau Weh atau dikenal dengan kota Sabang.

      Delete
  5. keren mbak, nggak beli batik sabang? kan ada yang anter mbak

    ReplyDelete
  6. wiik~keren tulisane rek, cucok jd penulis
    baca artikel ini jd pengen tau sabang jg, thanks for the great article :)
    (mesen kartun keren disini www.mikoarcstudio.blogspot.com)

    ReplyDelete
  7. wah sate gurita?*gak membayangkan rasanya*..
    wow masuk koran juga :O

    ReplyDelete
  8. Waktu itu gak sempet nyoba sih, cuma liat penampakannya aja. Jadi, cumi kecil atau cumi besar yang dipotong2 disate mas. Dibumbu sate padang atau dibumbu kacang. Wenak mesti..hehe

    ReplyDelete
  9. essip nih coretannya, mau ke sana juga kira2 abis brp y transportnya? dari sby kan?

    ReplyDelete
  10. dari sby ke medan pake tiket promo 300an. Dari medan ke aceh via darat 120rb. Dari terminal ke pelabuhan 20rb naek labi2. Dari aceh ke sabang nyebrang 45rb (eksekutif). Sewa motor di sabang sehari 80rb. Total transportnya 465rb.. :D

    ReplyDelete
  11. mba dulu nginep nya d mana ? 150 ribu per malam yah ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Bungalow daerah Iboih, iya 150an. Yang 100an juga ada kok..agak jalan masuk tapinya. Bahkan kalo mau yang di bawah 100 juga ada, tapi di daerah kota :D

      Delete
  12. ka mehdiaaa, mau dong di emailin nama bungalow dan contactnya ke dewiputri0325@yahoo.com makasii ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Dewi..sudah aku email ya. Coba dicek..
      Sudah aku attach juga foto penginapan yang aku tempatin dulu dan penginapan yg lbh murah yang aku maksud.
      Penginapan yg cukup terkenal di sana namanya iboih inn, tapi juga terkenal mahal..gak cocok utk backpacker-an :D

      Delete
    2. mba mnt tlg dong email nama penginapan dan nomer kontaknya.. makasih

      Delete
    3. Bang Arpend. 085260106230. Penginapannya udh naik jadi 350rb mbak.. cari yg laen aja, ada yg lbh murah setauku di dktg situ..

      Delete
  13. Mbak Mehdia, menarik dan informatif sekali tulisannya. Dan sama seperti Mbak Dewi, bolehkah saya meminta nama bungalow dan contact tempat Mbak Media menginap di Pantai Iboih? Saya insyaallaah awal oktober 2013 ingin berkunjung ke Pulau Weh. Berikut email saya, araffymeidi@gmail.com

    Terima kasih Mbak Mehdia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sent ya mbak ke emailnya..
      Jangan lupa ke Piyoh juga mbak beli kaos/pernak-perniknya. coba liat ini http://mehdia-multimehdia.blogspot.com/2012/05/aku-sabang-kamu.html

      Delete
  14. Wah cepat sekali respon dari Mbak Media. Siap Mbaak, sudah saya cek tulisan ttg Piyoh nya, nanti akan saya coba mampir ke sana. Tapi kabar buruk nih Mbak, penginapannya udah naik jadi 350ribu/malam hahaa. Tp gpp, nanti saya cari-cari lagi.

    Terima kasih banyak atas info2nya ya Mbak Mehdia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wiiikk..gila. Udah naik ya harganya. Ada alternatifnya mbak kalo mau murah, di kotanya (sabang atas). Aku sempet baca, cuma 100rb-an. Tapi gak dkt pantai, krn di kota. Kalo mau sih sewa motor aja. Jadi gak masalah mau kmn2..
      Pemiliknya Piyoh namanya Bang Hijrah, dia duta wisata sana dan gak keberatan sama sekali kalo ditanyain soal Sabang..

      Delete
  15. mba, mau infonya untuk bungalownya yaa.. kalau pergi ramean diatas 5 orang (cewe-cowo), ada rekomendasi tempat penginapan ga?

    boleh di info ke email indryasari.fachri@gmail.com

    Thanks Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah aku email ya mbak indri :)
      silakan buat referensi juga, krn harganya skrg sdh gak segitu kata mbak dewi (dr komen di atas)

      Delete
  16. Mbak,
    Kalau aq dr kualanamu mau naek bus ke aceh, aq mesti beli tiket n naeknya dari mana ya? Oya kirim no contact bungalownya ke emailq ya mbak (qiecute16@gmail.com)
    Terimaksih mbak.

    ReplyDelete
  17. Mba,mau dong no contact Bungalownya. Kirim ke qiecute16@gmail.com. Oya mbk, klu dari kualanamu mo naek bis tujuan aceh, mesti beli tiket dan naek dmn ya?

    ReplyDelete
  18. Info nya ma nyoozz kebetulan minggu depan sya dan keluarga mau ke sana kebetulan kampung suami lhokseumawe pantainya indah bangeett...

    ReplyDelete
  19. Info nya sangat membantu kebetulan sy dan keluarga minggu depan mau ke sabang sy pasti dtngin tmpt tempat rekomend nya +kuliner nya pastinya.

    ReplyDelete
  20. klo ke aceh yg di ktp islam harus berjilbab kah?

    ReplyDelete
  21. will be there soon..yhanks for info manis..bless u

    ReplyDelete
  22. Mbak tulisannya bikin saya greget, jadi pengen banget travel kesanaa.. Tapi bugdet blum mencukupi.. :D trimakasih buat tulisannya ya mbk.. Oke bgt :')

    ReplyDelete